Parenting nabawiyah

Resume by: Sara Rosalinda

Anak merupakan amanah yang dititipkan kepada kita, maka sepatutnya kita menjaga titipan dari Allah dengan sebaik-baiknya.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam mendidik anak: 
1. Ikhtiar maksimal, kemudian tawakal kepada Allah. Kita berusaha memberikan yang terbaik untuk kepentingan anak kita, namun hasil akhir tetap Allah yang menentukan. Tugas kita sebagai orang ta adalah berusaha dan berdoa untuk kebaikan anak-anak.
2. Jangan bandingkan anak2 kita dengan anak lain. Setiap anak adalah individu yang unik yang masing2 memiliki potensi dan kelebihan berbeda-beda. Sudah semestinya kita menghargai dan mengembangkan potensi anak tanpa paksaan.
3. Nikmati proses mendidik anak. Jika kita tidak menikmati proses mendidik anak, maka yang muncul adalah perasaan terbebani, terpaksa. Ketika orang tua merasa terpaksa, maka ketika dalam proses anak melakukan kesalahan, yang ada orang tua akan marah-marah. Amarah membuat proses mendidik tidak kondusif.
4. Selalu ingat, bahwa perkataan baik adalah bagian dari amal sholih. Berkata baik kepada anak, mengingatkan dengan cara yang baik, menegur dengan perkataan yang baik untuk meminimalisir kesalahpahaman. Jika anak berbuat kesalahan jelaskan dimana letak kesalahannya, ungkapkan kekecewaan kita dengan kata2 semestinya, jangan merendahkan anak.
5. Sering-seringlah memergoki kebaikan anak. Bukan hanya kesalahannya saja, kita harus memberi apresiasi pada hal baik yang dilakukan anak kita agar mereka terus mengulangi kebiasaan baiknya sehingga menjadi karakter. 
6. Wanita surga banyak memaafkan suami dan anak-anak. Ada kalanya anak-anak berkata/ berbuat sesuatu yang secara tidak sengaja menyakiti hati kita. Selalu ingat bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Milikilah hati yang luas untuk memaafkan kesalahan anak.
7. Memastikan ruh keimanan anak kita sehat. Jangan cepat-cepat merasa bangga kalau anak kita ranking di kelas tapi malas-malasan ketika disuruh sholat, jangan cepat merasa lega ketika anak kita jadi juara umum tapi akhlaknya tidak bagus. Jangan sampai kita salah menaruh prioritas, karena prestasi yang bisa mengantarkan anak kita untuk kembali ke surga-Nya lebih utama daripada prestasi dunia yang hanya sementara.
-Ummi Mahmudah-
#resumekajianramadhan2016

Ini me-time ku, apa me-time mu?

Me time? Saya sih nggak harus selalu keluyuran sendirian tanpa anak-anak. Yang paling praktis adalah dengan baca buku. Bisa novel romantis, komik kobo chan, atau buku-buku lain yang lebih inspiratif. Why book? What’s fun? Dengan buku, kita bisa keluyuran kemana-mana, gak cuma ke negara tetangga, tapi juga bisa sampai ruang angkasa tanpa biaya. Hemat beib, bukankah itu yang dicari ibu rumah tangga? 😂
Bagi saya, sejenak masuk dalam dimensi imajinatif bisa jadi stress release yang ampuh. Ada banyak sudut pandang yang bisa kita coba, dan seringkali bisa kita pakai sebagai masukan dalam kejadian di dunia nyata. Kita juga bisa banyak belajar dari banyak karakter yang ada di dalam buku. Seperti halnya kaum muslim yang mencari hikmah dalam kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur’an, membaca jejak kehidupan yang ditinggalkan seorang penulis dalam sebuah buku juga seringkali membuat kita belajar tentang sesuatu. 
So, mencari kebahagiaan dari me time nggak perlu muluk2 dulu deh ya. Karena menurut pengalaman pribadi saya yang dulu jaman punya bayi dan memimpikan menicure, pedicure, dan spa di salon, tapi ternyata nggak keturutan karena kondisi nggak memungkinkan, anak nggak ada yg jaga, sakitnya tuh disini sodarah! 😂. Yang ada malah tambah manyun dan jauh dari bahagia. Oh iya tapi kalo badan udah pegel banget tapi nggak bisa nyalon, panggil aja tukang urut ke rumah bisa tuh, daripada badan pegel merajalela. Intinya, jika mau me time sukses, kita harus menyesuaikan ekspektasi dan kondisi yang paling memungkinkan, sekali lagi, agar ibu bahagia dan keluarga sejahtera…semangat!!! 😊
#curcol 

#wanitadanmetime 

#rumbelmenulisIIPJakarta

Aku ingin sepertimu

Ada haru yang membuncah
Ketika melihat sorot mata kecil itu membuka…

Melihat dunia
Dia melihat semua hal

Apa adanya

Mata lentiknya merekam setiap kejadian

Dengan detail yang takkan pernah kau bayangkan

Menjadi cermin kecil

Dari tiap reaksi yang kulontarkan
Dia tumbuh menjadi gadis kecil dengan banyak pertanyaan tentang dunia

Kata “kenapa” selalu melekat di kepalanya

Takkan pernah puas dengan jawaban “sudahlah”
Aahhh… kau takkan pernah tau

Bagaimana rasa ketika setiap gerak-gerikmu ditiru
Menjadi ibu memang seru!!

Namun ada rasa takut yang menyelinap dalam hatiku

Ketika mulut kecil itu berkata, “ibu…aku ingin menjadi sepertimu”.
Ya Tuhan…

Kumohon pantaskan aku

Aku dan Turki

Jadi seperti ini penampakan Turki? batinku dalam hati. Rasanya semua serba asing. Hatiku berteriak girang, “ha! akhirnya sampai juga aku di luar negeri”, meskipun dalam sepersekian detik kemudian aku kebingungan bagaimana ini bisa terjadi. Perhatianku beralih pada setapak indah disamping tebing tinggi menjulang yang sedang kulewati. Jalur ini mengantarkanku pada keriuhan, sepertinya ada hajatan. Wanita-wanita dengan pakaian yang tidak familiar berjalan lalu lalang melalui sebuah kanopi kayu putih dengan tanaman sulur merambat semakin menegaskan bahwa aku adalah barang impor dalam kerumunan ini. 
Kucoba menangkap sebuah wajah, layaknya orang asing yang mengharap keramahan pada pribumi yang ditemuinya. Satu paras kudapat! Sayang dia hanya menatap sekilas dan berlalu begitu saja. Sepertinya orang Turki tidak seramah orang Indonesia, yang liat bule langsung sumringah. Apakah karena tampangku nggak bule gitu ya? 😅. Sudah biarkan saja, yang penting pak cinta bilang aku cantik jelita. 
Menyerah berharap pada wajah-wajah tidak ramah, aku mencoba masuk melewati kanopi putih yang kulihat tadi. Aku melihat presmanan di meja tertata rapi, aahh..jadi seperti ini ya hajatan ala Turki, nggak jauh beda dengan hajatan yang seringkali kudatangi. Aku keluar ruangan dan kembali ke jalan setapak yang tadi kulewati, mumpung di luar negeri, aku harus mencari sesuatu yang jarang kutemui. Aku melihat hamparan tebing beraneka ukuran di depan mata, sama persis dengan gambar yang biasa kulihat di instagram. Allahuakbar….ini indah….dadaku bergemuruh melihat ini semua. Kemudian sebuah suara yang entah darimana datangnya mulai terdengar, sepertinya ada yang aneh, dalam sepersekian detik aku berganti alam, membuka mata, dan kembali ke dunia nyata. 
#basedfromtruemimpi

#mimpiramadhan2015

#eventmenuliscurcol

#liburanserudalammimpi

#ceritaseruliburanku

Fairyland

Come come with me to my fairy land
When joy produce and our laugh never end

You’ll find secret path with a rainbow shell

Just coming in with a magic spell

I see your soul and you’ll see mine

We’ll holding hand and walking around with a big smile
Samarinda, October 1st 2016

Photo credit: instagram