Mbokcin (gembok cinta)

Siapa hayo yang suka liat film korea? Coba angkat kakinya tinggi2 👻 . Bukan2, saya bukan mau ngumpulin penggemar buat bahas film korea terbaru ya, hanya saja kemarin waktu jalan2 ke pulau Kumala ada satu sudut jembatan yang mengingatkan saya pada menara Namsan di korea. Kaya yg pernah ke korea aja deh yaa 😂…. Eniwei, pada tau kan ya di sebagian besar drama percintaan korea kalo kencan ujung2nya kesitu mencentelkan gembok dengan ukiran nama? (Bagi saya ini bagian paling alay dalam semua episode, tapi tetep nonton 😂). Tiap kali liat adegan itu yang ada di pikiran saya, klo putus gimana? Apa harus bawa tukang kunci buat bongkar gemboknya di atas menara? Ulaopo coba? Esensinya apa? 😂 jadi panjang deh..

Balik lagi ke jembatan menuju pulau Kumala. Ternyata di pembatas samping jembatan yang menghubungkan Tenggarong dengan pulau Kumala, kita bisa melihat mbokcin2 dengan berbagai ukiran nama. Ada juga sih yg nggak mau ribet ngukir gembok jatuhnya ditulis pake spidol anti air. Belum penuh sih, karena ini jembatan relatif baru. Dan percentelannya masih belum merata, menyebar di bagian kanan dan kiri jembatan. Sepertinya virus mbokcin udah nyebar kemana2 ya 😅. Kemarin sempat sih curi2 dengar ada bapak2 berkumis lebat yang jalan2 sama ibu2 pas liat mbokcin nyesel, tau gitu tadi sebelum dateng mau beli gembok duluan 😄. 

Jadi, buat yang ingin mencentelkan mbokcin dengan ukiran nama g perlu jauh2 ke korea ya, cukup ke Tenggarong aja tiketnya murah meriah, dewasa idr 7000 dan anak2 idr 5000 saja. selamat mencoba 😉 

Tapi kalo saya….ogah ah 😂👻

#mbokcin #gembokcinta #tenggarong #pulaukumala #kaltim #borneo #kutaikertanegara #kotaraja

Iklan

Temaram

Aksara meremang, ditelan langit senja temaram.

Menyapu segala materi

menjungkirbalikkan eksistensi
Diri sendiri…

benarkah ikut memiliki?

Ketika tak pernah tau, 

kapan waktunya kita mati…

Samarinda, 20 Desember 2016

Semu

Disana…
Kau dapat bertemu biru, merah jambu, kuning, hitam, atau bahkan kelabu

Ketika cerah, kurcaci bernyanyi bahagia tersenyum sumringah

Ketika lelah, hujan badai menyapu, dan setelah itu semuanya tampak sendu

Tetes air jatuh, tatap nanar bersimpuh

Malam datang menjelang, bayangan bersatu dengan kelam, kunang-kunang bersinar terang 

Terang menarik genderang, riuh mengerang

Hati terpikat melodi, mengenyahkan sunyi

Seketika semua berbunyi

Warna-warni merajah, awan gelap enyah

Tawa datang bagai candu 

menyapu segala peluh

Seketika itu semua luruh, runtuh.

Dia berbisik ini semua semu.

Samarinda, 30 september 2016

Dia tak lagi gentar

By. Sara Rosalinda 

Biar kerlip gemerlap menyilaukan mata
Dia tak lagi gentar

Biar beliung berputar padu gelegar

Dia tak lagi gentar

Biar samudera menari asah gelisah

Dia tak lagi gentar

Biar paras memikat menjerat syahwat

Dia tak lagi gentar

Biar petir menyala menantang asa

Dia tak lagi gentar
Berkarib dengan ketenangan

Terpasung dalam kedamaian

Dia tak lagi gentar

Samarinda, 13 Desember 2016

Laut

By. Sara Rosalinda 

Laut menyimpan banyak cerita. Dari banyak kicauan pengelana yang datang entah dari mana. Terkadang mereka berjalan jauh hanya untuk mendengar deburan ombak. Berharap melodi itu dapat menyingkirkan peluh. Agar hati tidak runtuh. #tantanganmenulistanpahurufS #rumbelmenulisIIPjakarta #balikpapan #beach #borneo #kaltim #travelling #indotravellers #instatravel #canon #canonlens

Janardana

By. Sara Rosalinda 

Kau diciptakan untuk menjadi ‘Janardana
Kehadirannya menenangkan ombak yang terkadang lupa untuk berhenti menghempas..

Mendamaikan dua kubu yang seringkali berseteru..

Mengumpulkan pecahan, menjadi satu..

Penunjuk jalan, kemana harus dituju.

kau memang Janardana-ku.

Tidakkah kau tau?

Tidakkah kau tau?
pujangga dalam hatiku sudah lelah menunggu,

Homonculus selalu mendesak untuk maju.

Tidakkah kau tau?

Penyair dalam hatiku tak mau lagi bungkam,

Meski ditekan berbagai keadaan

Tidakkah kau tau?

Rangkaian abjad dalam otakku merindukan muara,

Meski mereka tak pernah bersua

Tidakkah kau tau?

Haji Murad

Novel pamungkas Leo Tolstoy yang baru diterbitkan setelah kematiannya ini terinspirasi oleh sosok historis dan kontroversial yang didengar Tolstoy ketika bertugas sebagai tentara di Kaukasus, Haji Murad.
Haji Murad pada awalnya adalah pejuang Chechnya, namun kemudian dia berusaha membelot ke pihak Rusia karena berselisih dengan Shamil yang dalam novel ini digambarkan sebagai sosok yang kejam. Haji Murad mencoba untuk meminta bantuan pada Rusia agar membebaskan keluarganya yang ditawan oleh Shamil.
Novel ini menggambarkan kegigihan haji Murad dan semangatnya yang pantang menyerah menghadapi penguasa yang semena-mena. Pada dasarnya Rusia juga bukan pihak yang dapat diandalkan, namun sepertinya (ini asumsi pembaca) karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Haji Murad meminta bantuan pada mereka dan berakhir dengan kematiannya sendiri. Namun demikian haji Murad dalam novel ini juga digambarkan sebagai sosok yang religius, yang mengamini bahwa seberapa keras dia berusaha bertahan dan berjuang, tetaplah Allah sebagai pengambil keputusan. 
Apa yang bisa kita dapat dari novel ini? Ilmu ikhtiar dan ilmu ikhlas. Berusaha sebaik mungkin, dan kemudian ikhlas dengan ketentuan Allah atas apa yang terjadi pada kehidupan kita. 
Semoga bermanfaat 😊
#sararosalinda #resensi #resensinovel #novelklasik #hajimurad #leo tolstoy