“ANAK MUNGKIN TIDAK MEMAHAMI PERKATAAN KITA, TAPI MEREKA TIDAK PERNAH SALAH MENG-COPY”

Kalimat yang tertera di materi komunikasi produktif bunda sayang ini yang kemarin terngiang-ngiang dalam benak saya ketika tiba-tiba Neal turun dari mobil sambil memakai kacamata ibunya dan berkomentar, “enak pakai kacamata, nggak panas”. πŸ˜… memang ibunya sering pakai kacamata hitam. Mungkin bagi sebagian orang kacamata hitam hanya unutuk gaya2an. Tapi bukannya wajar ya klo kita sering memakainya di negara dengan iklim tropis?. Bukan hanya jika keluar rumah, jika hawa panas mendera, saya ngangkat jemuran juga pakai kacamat hitam πŸ˜ŽπŸ˜‚. Beruntung tempat jemuran baju ada di atas, jadilah saya aman dari lirikan kepo tetangga πŸ˜‚.

Back to topic. Selama sepuluh hari mencoba mempraktekkan teori kompro, pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa perilaku komunikator sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi. Sebagai contoh, ini contoh beneran ya bukan curcol πŸ˜†, ketika kita setiap hari mensounding anak agar segera sholat ketika adzan berkumandang tetapi kemudian pas adzan beneran si anak melihat ibunya lagi khusyuk nonton korea sambil mewek nggak jelas, maka pesan yang disampaikan setiap hari untuk sholat tepat waktu tidak akan tepat sasaran. Misi gagal total. Pada akhirnya si ibu bisa dicecar banyak pertanyaan sulit yang mengakibatkan pencitraannya runtuh. 

Urutan yang benar, untuk mengkomunikasikan hal baik pada anak, maka kita harus mulai menerapkan hal-hal baik pada diri kita terlebih dahulu. Jadi, bukan hanya ibu yang menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya, namun anak-anak adalah madrasah bagi ibunya. Seperti yang sering dibilang mbak Kiki Barkiah, mendidik anak adalah mendidik diri sendiri.
*jleb *PRnyabanyak
#level1

#day10

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

What is fun about Matilda?

Saya dulu membaca Mathilda sekitar umur 8 atau 9 tahun, jaman film kartun di TV cuma ada Doraemon dan Candy-candy. Pilihan lainnya adalah Ria Jenaka yang tayang di TVRI, dan ini tidak masuk hitungan saya karena penampakannya terlalu abstrak πŸ˜…. Jadi, bisa dimaklumi kan ya kalau dulu saya lebih suka baca buku daripada melihat tayangan televisi, karena buku isinya lebih variatif.

Budaya membaca untuk anak-anak jaman sekarang, jika tidak benar-benar dibiasakan dari kecil memang akan lebih sulit. Jaman dimana film kartun bisa ditemui 24 jam nonstop di TV kabel, satu cerita bisa diringkas selama 1-2 jam dengan visual menarik. Sedangkan lembaran buku? Proses membaca tentu saja lebih lama. Selain itu Jika belum mendapat “feel”-nya, buku hanyalah barisan kata2 yang tidak terlalu menarik untuk dibaca. Jadi memang orang tua harus menjadi kompor yang “meledak” untuk menyalakan semangat anak2 agar tertarik pada buku.

Bagi saya dulu ketika masih kecil, Matilda adalah buku yang ruar biasa. The story is beyond my imagination. What is fun about Mathilda? Berikut ada beberapa poin yang bisa kamu temui dalam buku karya Roald Dahl yg fenomenal itu:

1. Ceritanya orisinil.

2. You will meet genius little girl yang belajar membaca secara otodidak tanpa didampingi orang dewasa (ini sampai sekarang masih Β bingung kira2 dia pake metode apa πŸ˜…).

3. Keluarga super aneh? Sepertinya keluarga Matilda bisa masuk nominasi ya, dimana anaknya yang masih kecil diberikan pada guru sekolahnya begitu saja dan kemudian orang tuanya pergi entah kemana.

4. Kepala sekolah gendut galak yang suka makan coklat.

5. Miss Honey, guru miskin namun berhati emas.

6. Pesan moral yang ingin disampaikan bahwa: jika kau mengambil hak orang lain, kau akan mendapat ganjaran yang menakutkan, ini yang terjadi pada miss Trunchbull.

7. Bahwa otak adalah senjata terkuat manusia. Kepintaran Matilda mampu menghasilkan hal-hal yang menakjubkan yang tidak terbayangkan.

8. Jika kau curang, hidupmu tidak akan tenang, ini yang terjadi pada ayah Matilda.

9. Kemenangan-kemenangan kecil dalam hidup, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan, sepertinya memang layak untuk dirayakan. Ini kesimpulan saya setelah membaca cerita dalam bab: topi dan lem super lengket πŸ˜‚

Enjoy!! πŸ“šβ˜•οΈΒ 
kimya #resesnsibuku #matilda #roaddahl