We are what we READ

Tantangan level 5 bunda sayang adalah tentang membudayakan literasi sejak dini. Well, saya menganggapnya sebagai pengingat pribadi, karena akhir2 ini memang sering terdistraksi dengan kemunculan film korea di televisi *bhay!! 😂.

Buku memang teman saya sejak kecil. Bahkan ada beberapa buku yang memiliki deep impact dalam pola pikir saya secara keseluruhan. Saya terbiasa dengan buku sejak kecil karena bagi saya, berimajinasi adalah kegiatan rekreatif yang menyenangkan. Faktor pendukung saat itu mungkin juga karena keterbatasan multimedia, disamping intensitas liburan yang terbilang langka karena tergolong kegiatan mewah. Tidak ada kendala khusus bagi saya dalam membiasakan membaca.

Namun untuk membiasakannya pada anak-anak, beda lagi cerita. Tampilan kartun yang semakin meriah, game di tablet yang beraneka rupa, membuat buku terlihat seperti lembaran yang membosankan. Pada jaman jahiliyah dulu, demi mengejar biar anak saya bisa speak english fluently, saya beri mereka tontonan semacam baby tv dan disney channel setiap hari. Kosa kata bahasa Inggris banyak sih, tetapi anak kecanduan tivi, ibu sara menyesal meratapi diri *lebaymodeON 😭. Dan percayalah, menurut pengalaman pribadi mengatasi kecanduan televisi jauh lebih susah daripada mengajarkan anak kosakata baru dalam bahasa Inggris ya bu ibuu…

Sejak itu saya sangat ketat dalam jam multimedia. Saya berburu buku anak dalam setiap bookfair, dan seringkali menawarkan opsi membaca jika anak-anak mulai terlihat bosan di rumah. Memberi mereka buku di momen-momen tertentu, dan di beberapa sesi ulang tahun saya mengganti goodie bag yang biasa berisi snack dengan buku-buku anak untuk dibagikan pada teman-temannya.

Mensugesti bahwa buku adalah hal menyenangkan memang butuh perjuangan panjang. Beruntung, di sekolah ada program home reading, meskipun untuk si kakak program itu berhenti hanya di kelas tiga. Untuk Neal yang masih TK, inshaAllah program home reading berjalan sampai lulus sekolah. Jadi nak mari kita rimbunkan pohon literasi kita serimbun-rimbunnya ya, karena kepribadian kita terbentuk dari apa yang kita baca.

#aliran rasa

#gamelevel5

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s