Kemanakah Palestina???

Berawal dari anak kecil yang membuka peta dunia, padahal dia ingin mengetahui kepastian dimanakah sejatinya letak Yogyakarta berada?. Dia penasaran karena dalam beberapa hari keluarga kami akan hijrah kesana. Hari ini kakak membawa peta, sepaket dengan buku home reading dari sekolah. Mereka berdua selalu bertukar buku home reading dari sekolah. Kakak membaca buku dari TK, dan si adek melihat-lihat buku home reading dari SD.

“Jogja nggak ada di peta buk, aku nemunya cuma Indonesia”, begitu komentarnya setelah tidak menemukan tulisan Jogja. Itukan atlas dunia ya, jadi… wahai Neal Muhammad, apakah kau kira Jogja terletak di planet antah-berantah nak?? 😄.

Setelah saya jelaskan bahwa Yogyakarta adalah bagian dari Indonesia, dan untuk mencari tulisan Yogyakarta dibutuhkan peta pulau Jawa yang lebih spesifik, maka topik beralih ke pulau lain. Menurut anak-anak pulau Irian bentuknya mirip dengan kepala dinosaurus. Setiap kali teringat Irian Jaya, yang terlintas dalam benak saya adalah Freeport. Berkisahlah ibu sara tentang betapa banyak kekayaan alam Indonesia DAN siapa yang paling banyak menikmatinya. Kemana emas dari Papua dibawa pergi ibu sara nggak tau pasti. Dongeng tentang freeport malam ini hanya bertujuan untuk mengasah empati dan menumbuhkan semangat agar mereka belajar lebih tekun dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih layak dan bermartabat, itu saja, tidak lebih.

Jari bergeser ke kiri dan tak sengaja saya melihat bendera Israel. Saya punya firasat buruk tentang hal ini. Refleks saya mencetuskan game “Temukan Palestina di peta”. Hasilnya kami tidak menemukan negara Palestina di peta dunia. Sebagai informasi, peta ini adalah bonus dari buku anak-anak tentang atlas. Karena terdapat peringatan keras di bagian depan buku mengenai larangan mengutip, menjiplak dsb, saya tidak bisa menyebutkan sumber pasti. Yang jelas ini adalah buku anak terjemahan yang cetakan aslinya terbit di London tahun 2006.

Mari kita uraikan satu-persatu. Buku anak. Tentang pengetahuan umum. Tahun 2006 telah menghapus negara Palestina dari peta dunia. Saya cek di indeks daftar negara, dan Palestina benar-benar tidak ada. Semasif itukah? Dua tahun yang lalu saya baru sadar bahwa Palestina tidak tercantum di Google maps (mungkin memang saya yang kudet). Tetapi ini buku anak lho, hard cover dengan tampilan bagus digambar oleh ilustrator terkenal, dua belas tahun yang lalu sudah meniadakan Palestina.

Kami bertiga gelisah.

Apakah anak-anak harus diarahkan untuk membuat peta?

Selama ini kita kemana?

Sudahkah hari ini kita mendoakan saudara kita disana?

Samarinda, 12 Februari 2018.

*palestina*