Sedang Membicarakan Roro Jonggrang

Ada hikmah dari setiap kisah, meskipun itu hanyalah mitos atau legenda (eng ing eng…mulai deh 😂).

Kali ini saya membicarakan mitos yang berputar di sekitar candi Prambanan, candi Sewu, dan candi Ratu Boko yang tidak jauh-jauh dari kisah seorang puteri yang bernama Roro Jonggrang. Konon itu puteri cakepnya kebangetan, sampai musuhnya, si Bandung Bondowoso jatuh cinta kemudian ngajak nikah. Si putri ogah nikah sama orang yang telah membunuh ayahnya, tapi takut juga kalo langsung nolak karena Bandung Bondowoso adalah seseorang yang sakti mandraguna. Akhirnya si puteri membuat permintaan yang tidak masuk akal. Minta dibikinin sumur sama seribu candi dalam waktu satu malam (hikmah: orang cakep mah bebas 😂🤣).

Pertama, Bandung Bondowoso membangun sumur. Ketika sumur sudah jadi, si puteri meminta Bandung Bondowoso nyemplung ke dalam. Luar biasanya si Bandung manut, padahal niat asli puteri mau menimbun lelaki itu hidup-hidup. (hikmah: orang cantik itu cobaan, jenderal! 😂🤣).

Marah dong si Bandung, sebagai lelaki dia merasa egonya telah dipermainkan oleh wanita *ngeek. Tapiii, setelah dirayu2 sama si puteri, si Bandung luluh juga. Malah menyanggupi permintaan kedua, yaitu membangun seribu candi untuk sang puteri (hikmah: wahai wanita, belajarlah ngegombal).

Dalam proses pembangunan candi, dengan kesaktiannya si Bandung Bondowoso meminta bantuan Casper dan sejenisnya. Si puteri dilanda kegalauan karena tidak menyangka pembangunan seribu candi sepertinya benar-benar akan selesai dalam waktu satu malam. Tidak kehabisan akal, puteri minta bantuan dari seluruh perempuan di kerajaan untuk membakar jerami di sebelah timur, agar langit timur terlihat terang. Nah, kali ini yang ketipu bukan si Bandung Bondowoso, tapi para ayam jago yang ujug-ujug berkokok mengira pagi telah tiba. Mendengar ayam berkokok, para Casper pulang karena sepertinya mereka hanya mengambil shift malam. Padahal candi yang sudah jadi ada 999 biji. Diteriakin sama Bandung mah bodo amat para Casper tetep ngeyel pulang (hikmah: kalo punya pegawai lembur, bayarannya jangan ditunda-tunda ya 😅).

Ditipu untuk kedua kalinya, kali ini si Bandung Bondowoso yang sudah begadang semaleman plus kurang kasih sayang benar-benar murka. Kecantikan Roro Jonggrang tak lagi bisa menyelamatkan pemiliknya. Akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi jumlah candi menjadi seribu. (hikmah: meskipun cantik, jangan kau coba mempermainkan hati lelaki *tsaaah 🤣).

Pada awalnya, Roro Jonggrang selamat dari pedang musuh karena kecantikannya. Akan tetapi bayangan menikah dengan orang yang dibenci juga merupakan horor tingkat tinggi. Situasi yang tepat untuk menggambarkan kondisi saat itu adalah: keluar dari kandang singa, kemudian masuk ke kandang buaya. Saya amaze dengan cara Roro Jonggrang memaksimalkan potensi kecantikan yang dia miliki untuk mengelabui musuhnya. Meskipun tidak berakhir seperti yang dia inginkan, at least dia sudah mencoba. Satu hal yang melekat dengan kisah ini adalah: Mau dilahirkan jadi orang cantik ataupun tidak, segala hal tentang hidup ini adalah ujian, Jenderal…

Note: model di dalam ilustrasi hanyalah pemanis, tolong fokus sama candinya saja 😂👻.

Yogyakarta, 9 Januari 2019