Kebahagiaan Mantan Pemimpin Upacara

Challenge itu selalu menyenangkan, apalagi untuk ibu-ibu seperti saya yang suka diskonan dan barang gratisan. Asal ada kata berhadiah aja langsung bahagia. Padahal juga belum tentu dapat hadiahnya 😂. Eh tapi ya, ibu itu harus pinter membahagiakan diri sendiri kan. Karena katanya ibu yang bahagia akan berpengaruh pada kebahagiaan keluarga.

Ibu yang bahagia akan mampu membahagiakan anak-anak dan juga si babang tercinta *uhuk.

Bahagia itu wilayah privat karena standar kebahagiaan tiap orang tidak sama. Apabila menilik dari perkumpulan “Mamak Rempong Muda Ceria Berbudi Luhur dan Bijaksana” variasinya bisa banyak. Ada yang katanya baru bisa bahagia kalau punya asisten rumah tangga sekompi seperti mbak artis Nia Ramadhani, sementara kebahagiaan ibu lainnya bisa sesederhana ketika suaminya bantuin gosok kamar mandi. Ada ibu yang senyumnya baru merekah ketika dapat hadiah berlian segede ikan (ikan apakah ini 😂), padahal ibu satunya lagi bisa langsung sumringah ketika dibeliin pak suami choki-choki.

Nggak ada yang salah sih, asal jangan jedotin kepala ke tembok aja ya mak kalau harapan tak sesuai kenyataan 👻.

Kalau saya sendiri sebenarnya gampang dibikin bahagia. Cek kalender udah tanggal 25 aja hati rasanya aman damai sentosa. Nyebrang jalan digandeng si babang juga hati rasanya berbunga-bunga *ngeek. Diam-diam dicium anak, diam-diam dimasakin, diam-diam dipijitin (mulai ngelunjak).

Menulis, juga membuat saya bahagia. Sebagai mantan pemimpin upacara, ada kesedihan tersendiri ketika suara saya tidak tersalurkan dengan benar. Karena tidak ada lagi upacara yang bisa saya pimpin, sepertinya menulis bisa menjadi sarana 🤣. Dalam writing journey yang saya alami, ada satu pemahaman baru yang sangat membahagiakan. Kita tidak mungkin menuliskan sesuatu yang tidak kita kuasai. Karena itu jika ingin menulis, kita harus banyak membaca dan melakukan riset. Disini saya paham, bahwa sepertinya Allah sedang mengajari saya banyak hal. Allah sedang menyuruh saya belajar.

Oh iya, dalam waktu dekat insyaAllah ada buku yang akan launching, jangan lupa dinanti ya kemudian dibeli. Sekian dan terima kasih 😂 (terakhirnya ngiklan).

#rumbelliterasiIPJogja

#tantanganmenulis

#tantanganfebruari

#aksarabercerita

Iklan

Kawan Lama

Dalam sunyi, dirinya menampak dalam wujud asli.

Dalam sunyi dia menemukan dirinya sendiri.

Kemana celoteh riang yang biasanya tak kunjung tenang?

Dia mencari…

Oh, rupanya si badut sedang pergi.

Sepi.

Siap atau tidak, dia harus mendengarkan batinnya sendiri.

Empat rasa leluasa menari dalam hatinya.

Memantik badai yang dia kira sudah lama reda.

Ah… kau rupanya,

Kawan lama.

Yang dulu terusir oleh riuhnya semesta.

Berapa tahun cahaya kita tidak berjumpa?

.

.

.

Yogyakarta, 2019.

Kimikimya