Kawan Lama

Dalam sunyi, dirinya menampak dalam wujud asli.

Dalam sunyi dia menemukan dirinya sendiri.

Kemana celoteh riang yang biasanya tak kunjung tenang?

Dia mencari…

Oh, rupanya si badut sedang pergi.

Sepi.

Siap atau tidak, dia harus mendengarkan batinnya sendiri.

Empat rasa leluasa menari dalam hatinya.

Memantik badai yang dia kira sudah lama reda.

Ah… kau rupanya,

Kawan lama.

Yang dulu terusir oleh riuhnya semesta.

Berapa tahun cahaya kita tidak berjumpa?

.

.

.

Yogyakarta, 2019.

Kimikimya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s